Wednesday, September 02, 2009

Kuis Trah Martowirono Mengguncang Bogor



broto happy w

Berhadiah besar. Foto teroris Noordin M. Top dipasang dimana-mana. Kalau dulu tertera hadiah untuk siapa saja yang mampu memberikan informasi tentang tokoh teroris paling diburu di Indonesia itu. Sekarang hanya foto saja dan ciri-ciri fisik dirinya. Masihkah rakyat kita antusias untuk ikut memburunya ?

Lupakan dulu Noordin M Top. Di Bogor, di Samiaji, foto salah satu warga Trah Martowirono menjadi bahan kuis berhadiah. Untuk meramaikan Samiaji Fair, pesta heboh setiap 17 Agustus. Dilaporkan bahwa warga Samiaji tidak satu pun yang mampu menebaknya saat itu.

Bahkan ada yang berencana meminta tolong bagian identifikasi dari Densus 88 untuk melacak kira-kira siapa warga Samiaji yang memiliki wajah seperti tertera pada foto kiri. Bahkan lab DNA sudah pula disiapkan untuk melacak pula asal-usul garis keturunan dari pemilik foto tersebut.Kalau jadi, para pelacak itu bisa-bisa sampai ke Kedunggudel, Kajen, dan bisa juga keblasuk sampai Tekaran, Tasikmalaya, Tabalong, Gayam, Bantul, Yogya, Perth sampai Polokarto.

Bayangkan. Betapa mengagetkan bila seluruh warga Trah Martowirono diminta potongan kuku atau rambut, guna tes DNA itu. Padahal anak-cucu-cicit Trah Martowirono sudah kerasukan dongeng dari mBah Dung : guntingan kuku yang dipendam, malamnya akan berubah jadi kunang-kunang.Jadi tak boleh diberikan kepada orang lain.

Kunang-kunang bila malam mengeluarkan cahaya. Ada keindahan melihat panorama ribuan kunang-kunang di Kedunggudel di waktu malam. Ditimpali suara burung hantu dari pohon besar, di kuburan, selatan rumah.

Mungkin cerita ajaib tentang kunang-kunang itu isyarat atau pesan tersembunyi dari mBah Dung agar anak, cucu dan cicit, di mana pun berada, agar mampu menjadi penerang, obor, sampai penghibur, bagi masyarakat sekitar. Termasuk bermusik seperti gambar di bawah ini.

samiaji four boys

Samiaji Four Boys. Main voli jago, manjat pinang tahun lalu juara, tarik suara pun OK sehingga komplotan bapak-bapak dari Samiaji 4 ini mampu menyabet juara Lomba Menyanyi Bapak. Bahkan setelah kemenangan itu, topi badut kelompok Sam Four (Samiaji Empat) Boys itu diperkirakan segera menjadi tren di Indonesia, menggantikan baret rasta reggaenya almarhum mBah Surip. Bagian A & R (Acquisition & Recruitment) Musica Studio konon siap merekam kelompok Sam Four Boys itu dalam lagu pilihan “Menang Panjat Pinang.” Judul alternatif : Diomelin Istri, Dasternya Robek Semua !

Tokoh yang membawa nama Trah Martowirono di Bogor, adalah Broto Happy Wondomisnowo , dik Ayu, istrinya, Ega dan Adis, putrinya, telah sukses melakoni itu. Kreasinya telah mampu mengisi pesta 17 Agustus 2009 yang mengobarkan kegembiraan bagi seluruh warga sekitar tempat tinggalnya. Kita semua, ikut berbangga karenanya.

Cerita akan berlanjut ! (BH)


tmw

No comments: