Friday, February 17, 2012

Surat dari Broto Happy dari Makau : Berkeringat di Kota Judi




Sudah sepekan tak terasa saya ikut menikmati bersih dan dinginnya udara di Makau. Jalanan mulus, termasuk juga jalur pedestrian yang lebar, ditambah kendaraan tak banyak berlalu lalang. Fasilitas ini membuat para pecinta jalan-jalan dimanja betul.

Wajar akhirnya Makau menjadi kota tujuan wisata. Destinasi, entah itu berupa benteng tua, gedung-gedung tua bekas peninggalan kaum imperialis Portugal, museum, hingga candi-candi milik nenek moyang penduduk asli, masih dirawat dengan baik.

Makau sejak 1990 merupakan daerah istimewa (Special Administrative Region) Cina ini memliki objek wisata, budaya, dan sejarah menarik. Bekas koloni Portugal ini memiliki ragam keunggulan.


Trah Martowirono di Macau. Disela bertugas, Broto Happywondomisnowo juga menyempatkan mengunjungi beragam tempat wisata. Termasuk benteng Macau seperti terekam dalam foto ini.

Makau punya 25 situs budaya yang diakui UNESCO sebagai Macau World Heritage Sites. Konsep arsitektur Makau pun mirip seperti kota kecil di Eropa karena banyak peninggalan budaya Portugal. Lebih dari empat abad negeri Cristiano Ronaldo ini menguasai Makau dan membuat banyak peninggalan budaya.

Akhir pekan lalu, saya menyempatkan diri melancong ke Ruins of St. Paul’s, yang menjadi ikon utama pariwisata Makau.

Tetapi yang paling berkesan adalah mengunjungi Masjid Macau. Bersama tim Thomas, Jumat lalu, saya ikut salat Jumat. Sejak dulu, tradisi itu berusaha dipertahankan ketika meliput di manca negara dengan mengunjungi masjid di Hong Kong, Atlanta, Sevilla, Guangzhou, Madrid, Qingdao, dll.

Saya berdoa agar Indonesia menang. Sejauh ini Sang Khalik meluluskan doa tulus saya. Tahun 2002, bersama Ketua Umum PBSI Chairul Tanjung dan tim manajer Lutfi Hamid, juga bareng salat Jumat dan berdoa di Masjid Guangzhou.

Doanya begitu mujarab. Indonesia juara Piala Thomas. Jumat lalu pun saya kembali memohon agar tim Garuda bisa lolos ke putaran final Piala Thomas-Uber di Wuhan, Mei nanti.

Namun, karena udara Makau lagi dingin, segala aktivitas di luar ini tidak juga membuat badan berkeringat. Jalan kaki dari Hotel Casa Real menuju masjid atau bolak-balik ke tempat pertandingan di Macau Forum tak juga berkeringat.

Akhirnya penantian itu tiba. Rabu (15/2) pagi setelah tim Merah-Putih berlatih, lapangan banyak kosong. Karena memang berniat untuk berolahraga, sebagai ”pemain pinjaman”, saya pun bisa main dua gim bersama ofisial tim Indonesia. Kenapa disebut pemain pinjaman?

Karena seluruh peralatan hasil pinjaman pemain. Raket Dionysius Hayom Rumbaka yang saya pakai, cukup ampuh. Terbukti, dalam dua gim itu, saya bersama partner bisa menang! Kalau boleh nyombong, tak hanya pemain, pasangan peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996, Ricky Soebagdja dan Rexy Mainaky yang kini melatih Malaysia, pun ikut menjadi saksi!

Hanya, manfaat utama adalah, keringat ngocor deras. Selama di kota judi, baru kali ini badan saya bisa berkeringat.

Hanya, pelajaran terpenting yang saya dapatkan justru dari Nguyen Tien Minh. Pemain kurus kecil asal Vietnam itu telah mengajari agar dalam pertandingan dan juga di kehidupan itu jangan gampang menyerah. Itu ditunjukkan saat mengejutkan dengan menggulingkan pemain andalah Cina, Chen Long.

Saya berharap semangat juang pemain kita juga terus berkobar, entah siapa lawannya. Jangan gampang menyerah! Itu saja.

Wassalam,

Broto Happy W.

Friday, December 02, 2011

Buku Trah Martowirono di Ohio University Amerika Serikat




Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com


The SBY Effect.
The Manmohan Singh Effect.
Dan The Komedikus Erektus Effect.

Nama pertama, SBY, adalah singkatan nama untuk presiden kita. Manmohan Singh adalah nama perdana menteri India. Komedikus Erektus, adalah judul buku humor politik saya.

Ketiganya bisa dimirip-miripkan memiliki kesamaan. Yaitu, ketiganya begitu tidak memperoleh apresiasi secara optimal di dalam negeri walau dihargai di manca negara.

Mungkin itu berlebihan.
Tetapi untuk nasib buku Komedikus Erektus, semoga efek di atas itu menjadi kabar yang bagus bagi trah kita. Semoga Anda masih ingat, saat berlangsungnya acara Reuni Trah Martowirono XXVI di Polokarto yang lalu, buku itu telah saya perkenalkan. Bahkan saat itu masing-masing perwakilan dari tiap taler memperoleh cendera mata buku tersebut.

Dari Taler 1 diwakili Mutiara, Taler 2 oleh Dhinar, Taler 3 oleh Heppy dan Taler 4 oleh Yasika (foto).

Buku humor politik yang sama, yang lengkapnya berjudul Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (Imania,2010), rupanya kini telah terbang jauh, menyeberangi samudera, untuk sampai ke kota Ohio, di Amerika Serikat.

Di bawah label subjek "Indonesian wit and humor," "Indonesia -- Social conditions -- Humor" dan "Indonesia -- Politics and government -- Humor", syukurlah telah ikut bisa mengisi rak Perpustakaan Universitas Ohio, 30 Park Place, Athens, Ohio, Amerika Serikat.Informasi tentang buku tersebut detilnya bisa Anda klik disini.

Sungguh menjadi satu kehormatan tersendiri ketika perpustakaan yang sama tentu mengakuisisi banyak buku terbitan Indonesia,sementara buku Komedikus Erektus telah terpilih untuk ditampilkan dalam blog perpustakaan,yang membuat informasinya bisa saya temukan di Internet.

Sementara informasi mengenai lokasi penempatannya di Perpustakaan Vernon R. Alden Library, 30 Park Place, Athens, Ohio, Amerika Serikat, bisa Anda klik disini.

Sebelumnya, juga diketahui bahwa buku yang sama telah pula menjadi koleksi perpustakaan terbesar di dunia, Library of Congress di Amerika Serikat dan Perpustakaan Nasional Australia.

Itulah secuplik cerita tentang upaya menyumbangkan khasanah ilmu pengetahuan dari warga trah kita untuk dunia. Siapa menyusul ?



Wonogiri, 3/12/2011

Wednesday, November 30, 2011

Solo Cyber Day 2011, Trah Martowirono dan Indonesia Kita



Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com



IndoWLI.
Anda sudah akrab dengan singkatan ini ?
Sedang Onno W. Purbo ?
Ini nama tokoh.
Agak kebangetan bila Anda belum mengenal beliau.

Untuk warga Solo yang belum tahu dan belum kenal, silakan berkenalan dengan beliau di Plaza Sriwedari. Minggu Pagi, 4 Desember 2011. Jam 8-an. Beliau akan memberikan orasi dalam acara Solo Cyber Day 2011.

Acara ini bikin saya agak bernostalgia.
Karena tiga tahun lalu,2008, Walikota Solo Jokowi sudah mencanangkan bahwa tanggal 30 Juli sebagai Solo Cyberholicday. Hari mabuk dunia cyber. Hari kasmaran Internet. Saking ikut-ikutan mabuk saya sempat membuat blog khusus untuk momen itu.

Di blog tersebut Anda dapat melihat secuplik sajian kelompok keroncong siswa-siswi SMA St Yosef yang memanggungkan lagu "Solo Cyberholicday" dengan lirik yang cerdas. Juga dilantunkan secara penuh semangat dalam balutan lagu "It's a Holy Holyday"-nya Boney M, kelompok musik asal Jerman.

Apakah deklarasi oleh Pak Wali hari Minggu esok itu secara resmi menghapus deklarasi dia 3 tahun yang lalu ? Ataukah akan ada dua hari mabuk cyber secara resmi di Solo, yaitu setiap 30 Juli dan 4 Desember ?

Cerita keluarga. Yang pasti,dalam acara tanggal 4 Desember 2011 itu komunitas saya berdasarkan keturunan Trah Martowirono akan ikut ambil bagian. Stan kami bernomor 18, berkat pilihan eksklusif oleh Presiden Republik Aeng-Aeng Mayor Haristanto (foto), tempatnya jadi dekat panggung. Berseberangan dengan stan organisasinya Mas Donny Budi Utoyo, Internet Sehat yang terkenal itu.

Ada sekitar 50 stan yang memunculkan beragam komunitas di Solo dan Indonesia yang memanfaatkan Internet untuk mempertegas eksistensi dan krida-krida mereka yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Stan Trah Martowirono mengusung misi ingin berbagi cerita, bahwa tiap-tiap keluarga itu punya kisah menarik dan hero, walau kelas kampung sekali pun, yang pantas untuk dituliskan. Karena seperti kata Stephen R. Covey, kini saatnya di era Internet ini masing-masing pribadi memberikan "suara"-nya bagi dunia. Ia merujuk setiap insan adalah istimewa. Pakar Internet Dave Wiener lalu menimpali, bila 6 milyar umat manusia bisa saling terhubung, dunia akan menjadi lebih baik adanya.

Modal "unjuk dada" kami di acara SCD 2011 itu hanya blog. Itu pun blog gratisan, yang kami sebut sebagai keuntungan sebagai sarana berbagi pesan betapa keluarga lain, keluarga Anda pun pasti bisa melakukan hal yang sama. Yaitu memiliki blog, untuk menyambungkan silaturahmi (selain Facebook, Twitter dan media sosial lainnya) antarkeluarga Anda. Juga sebagai media untuk mencatat sejarah keluarga Anda.

Kembali ke Mas Onno. Walau hanya lewat email, saya mengenal beliau. Saat acara Jagongan Media Rakyat 2010 di Yogya, Juli 2010, saya sempat berfoto-ria di halaman Jogja Museum.

Juga minta tanda tangan dalam artikel majalah Esquire Indonesia edisi Juni 2010. Profil Onno W. Purbo dimuat di majalah gaya hidup pria tersebut, dan nama saya ikut muncul di halaman lain yang membahas tentang wabah tindak kekerasan di kancah suporter ("saya pencetus Hari Suporter Nasional, 12 Juli 2000") sepakbola Indonesia.

Membincangkan masa depan Indonesia Kita. Sebagai warga Wonogiri, pagi ini sesudah jalan kaki pagi, melalui milis IndoWLI (IndoWireLessIndonesia) yang digerakkan oleh Dr. Onno W. Purbo,saya ingin mengirimkan email ucapan selamat datang di Solo untuk beliau. Tetapi saya juga terpincut untuk membuka kabar-kabar lain yang masuk. Ada kabar yang ditulis oleh Bapak Ade Kuswandi.Menurut saya menarik.
Di bawah ini saya bagikan untuk Anda :

Cerita mahasiswa Indonesia di Ausie.

Nyata.

Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara.Org itu sdh tua,kisaran 60 thn.Si Bpk adl pengusaha asal Singapura,dgn logat bicara gaya melayu & english,beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata,"Ur country is so rich!" Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu."Indonesia doesn't need the world,but the world needs Indonesia,"lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia,U don't need the world."

"Mudah saja,Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia!

Singapura is nothing,we can't be rich without Indonesia. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.Bisa terbayang uang yg masuk ke kami,apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.

Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat.Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya,bener2 panik.Sangat terasa,we are nothing.Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?

Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,di pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.

Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut mengembargo Indonesia! Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG- EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.

Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Plis share ya biar sampe ke seluruh bangsa Indonesia...

Wassalam,
Ade Kuswandi

Terima kasih, Pak Ade Kuswandi.
Pembaca, semoga cerita campur-bawur ini ada manfaatnya bagi Anda.Bagi kita semua. Apakah momen Solo Cyber Day 2011 itu juga dapat kita manfaatkan untuk memperteguh rasa nasionalisme kita, lalu membuat kita tergerak sesuai nasehat tokoh bisnis Singapura itu pula ?


Salam saya dari Wonogiri.


Wonogiri, 1 Desember 2011
Bonus dari acara jalan kaki pagi.

Thursday, November 10, 2011

Broto Happy W., Trah Kita dan Bulutangkis Indonesia




Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com


Sembilan Juara Dunia. Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2011 kiranya memiliki makna mendalam bagi seluruh warga trah kita, Trah Martowirono.

Karena salah satu warga kita dari Taler Ke-4 berusaha ikut merayakan hari itu dengan mempersembahkan karyanya bagi bangsa dan negara Indonesia.

Selamat untuk Broto Happy Wondomisnowo !

Wartawan Tabloid BOLA, suami dari Ayu Broto Happy dan ayah dari Ega dan Adis, malam ini (10/11/2011) akan ikut aktif menjadi pelaku sejarah perkembangan dunia olahraga Indonesia. Khususnya dunia perbulutangkisan Indonesia.

Buku karyanya akan diluncurkan berbarengan dengan perayaan HUT Ke-60 PB Tangkas Alfamart di Ballroom Hotel Mulia, Kamis, 10 November 2011, malam. Perkumpulan Bulutangkis (PB) Tangkas Alfamart yang didirikan oleh Keluarga Besar Soehandinata yang pencinta berat olahraga bulutangkis, telah tercatat menelurkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia dengan prestasi dunia.

Antara lain, tercatat 9 Juara Dunia, meliputi Ade Chandra (1980), Verawaty Fajrin (1980), Icuk Sugiarto (1983), Joko Suprianto (1993), Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (1995), Hendrawan (2001), Nova Widianto/Lilyana Natsir (2005 dan 2007).

Untuk peraihan medali Olimpiade : Hermawan Susanto (Barcelona, 1992, perunggu), Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (Atlanta, 1996, emas), Hendrawan (Sydney,2000, perak) dan Nova Widianto/Lilyana Natsir (Beijing, 2008, perak).

Pena anak Wonogiri. Semua prestasi dan perjuangan mereka itu dan tokoh terkait lainnya demi mengharumkan nama Indonesia akan diabadikan oleh tulisan Broto Happy Wondomisnowo, yang anak Kajen Wonogiri dan anak ke-enam keluarga Kastanto Hendrowiharso-Sukarni, dalam buku berjudul Baktiku Bagi Indonesia : 60 Tahun Tiada Henti Mencetak Juara, 9 Juara Dunia dan 4 Peraih Medali Olimpiade . Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, 2011. 498 halaman.

“Pengerjaan buku ini mungkin bisa masuk Rekor MURI,” kata Broto Happy W. Karena dengan hampir 500 halaman, dikerjakan dalam tempo pendek, sekitar 3 bulan mulai April sampai deadline naskah tanggal 10 Juli. Apalagi penulisan buku ini dikerjakan disela-sela tugas jurnalistik di Tabloid BOLA.

Buku ini merupakan buku bulutangkis ketiga yang ia tulis. Sebelumnya menulis biografi pebulutangkis kontroversial Taufik Hidayat, Magnet di Bulutangkis (2003) dan biografi Hariyanto Arbi, Smash 100 Watt. (2006).

”Buku ini merupakan dedikasi saya untuk dunia bulutangkis Indonesia. Karena sering bergaul dengan para pemain bulutangkis, saya pun termotivasi untuk berbuat sesuatu untuk dunia bulutangkis Indonesia.

Kalau para atlet berjuang demi Merah Putih dengan ayunan raket di tengah lapangan, sedangkan saya lewat kemampuan yang saya miliki, yaitu menulis buku,” tegas Broto Happy W.

Lewat buku pula ia bertekad mengajak dan memotivasi semua warga keluarga besar Trah Martowirono untuk berlomba-lomba dalam mengukir prestasi sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing. ”Mari terus berkarya, kreatif, dan tiada henti berinovasi untuk ikut mengharumkan keluarga Trah Martowirono,” pungkasnya.

Acara peluncuran dan hari ulang tahun PB Tangkas Alfamart tersebut direkam dan disiarkan ulang di MetroTV, hari Sabtu, 26 November 2011, Jam 16.00-17.05. Ayo kita menontonnya, sekaligus menjadikannya sebagai inspirasi bagi semua warga Trah Martowirono tercinta kita.

Begitu, bukan ?
Salam sukses untuk Anda semua.


Kramat Jaya Baru, Jakarta, 10 November 2011

Sunday, September 04, 2011

Polodise, Marleytowirono dan Reuni Reggae




Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com



Welcome to my paradise,
where the sky so blue,
where the sunshine so bright

Welcome to my paradise,
where you can be free,
where the parties never ending.


Polokarto, Sukoharjo.
Hari Sabtu 3 September 2011 itu dipayungi dengan langit biru. Matahari pun bersinar gemilang.

Ini bukan gambaran tentang paradise, surga. Tetapi tentang polodise, surga mini di Polokarto, tempat berlangsungnya reuni Trah Martowirono XXV/2011. Reuni dengan balutan kental reggae !

Lihatlah. Lirik lagu reggae terkenal dari kelompok UB 40 diatas, siang itu dilantunkan oleh Slagen Abu Gorda, anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo. Wakil rakyat pun, fasih be-reggae-ria. Sajian lagunya itu semakin meronai pesta reggae yang berlangsung sepanjang hari di tempat kediaman keluargaH. Pramono, SE – Siti Fatimah di Glondongan, Mranggen, Polokarto, Sukoharjo.

Putranya, Subekti Agus Ernawan, SE, MM, selaku penggagas acara reuni keluarga bernuansa musik eksotis asal Jamaika itu mengatakan, “komunitas reggae adalah komunitas yang berlandaskan toleransi, kekeluargaan, kerukunan, dan itu sejajar dengan nilai-nilai yang berlaku dalam trah kita pula.”

“Apakah tidak merasa ada keanehan, ketika seorang haji menyelenggarakan pesta reggae ? Apa tidak kuatir akan ada laskar front tertentu yang akan menyatroni acara kita ini ?”

Dijawab oleh Agus, “Itu tidak akan terjadi. Kita menyelenggarakan acara ini demi kebaikan bersama.” Dia benar. Acara berlangsung heboh, kejutan-kejutan terus mengalir, yang diikat sajian musik dari kelompok musik reggae Baks Series dari Kartasura.

Dialog imajiner dan nasehat camat. Acara reuni dibuka jam 10.40 oleh warga trah senior Bapak Untung Suripno dari Taler I yang berasal dari Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Pada intinya, filosofi hidup dari warga trah yang harus kita uri-uri adalah filosofi sebuah sumur.

“Sumur itu airnya harus ditimba, dibagikan, dimanfaatkan. Tetapi bila sumur tersebut tidak pernah digunakan, tidak pernah dimanfaatkan, airnya akan membusuk. Dan bahkan akan beracun,” tegas anak ketiga keluarga Suripti-Sukirman Haswosumarto yang bekerja di Departemen Perindustrian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Begitulah, ritus reuni ini ibarat kegiatan bareng-bareng menimba air dari sumur kehidupan masing-masing warga trah. Dengan saling berbagi kabar, duka atau cita, juga bertukar inspirasi. Reuni adalah sebuah oasis, tempat atau rumah di mana kita secara periodik kembali menuju rumah asal, guna menghayati kembali dari mana tempat kita berasal dan dari mana keluarga kita berakar.

Sebagaimana tradisi Lebaran, pada saat yang sama juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi, bermaaf-maafan. Sebagai wakil generasi muda trah adalah Ayu Permata Pekerti dari Taler IV dan generasi sepuh diwakili Bawarti, putri pertama dari Eyang Bangin Martosuwiryo.

Trah Martowirono berakar dari desa Kedunggudel, Kenep, Sukoharjo. Martowirono adalah kebayan Kedunggudel, yang wafat tanggal 11 Desember 1972. Istrinya, Jiah, yang dilahirkan tahun 1904 itu wafat dalam usia 92 tahun pada tanggal 16 November 1996. Pasangan ini dikaruniai anak : Suripti, Sutono, Sutejo dan Sukarni.

Bambang Haryanto, anak pertama dari Taler IV Sukarni-Kastanto, mengisi acara lanjutannya. Yaitu berupa dialog imajiner antara cucu dengan kakek-neneknya seputar acara reuni trah bernuansa reggae. Ia pula yang merancang modifikasi nama, dari “Martowirono” kemudian diotak-atik agar bernuansa reggae, sehingga menjadi “Marleytowirono.”

Oleh adiknya, Basnendar Heriprilosadoso yang dosen ISI Solo, foto kedua eyang itu disulap menjadi bergaya rambut dreadlock a la rambutnya Bob Marley. Oleh kakaknya, Mayor Haristanto, rancangan itu disulap menjadi produk antara baliho, syal sampai kaos, sebagai penanda khas reuni keluarga yang menurut Yudha dari kelompok musik reggae Baks Series sebagai, “proposal acara yang unik.”

Ikut memberikan wejangan atau ular-ular adalah Drs. Bhawarto, MM, Camat Pracimantoro, Wonogiri. Ayahnya, Bangin Martosuwiryo, adalah adik terkecil dari Jiah Martowirono. Benar-benar siang itu beliau bercerita, membabar petuah tentang nilai-nilai keluhuran melalui pantun.

Dengan subyek metafora : ular !

Guru besar dari UNS, Prof. Retno Winarni, ikut memberikan sambutan. Beliau kembali menegaskan kegembiraan dan ungkapan salutnya karena telah bisa ikut masuk menjadi warga trah ini. Bahkan untuk reuni tahun 2013 mendatang, beliau dan suaminya, Bapak Agus, telah menyatakan diri siap untuk menjadi tuan rumah acara reuni tersebut.

Acara makin menghangat, ketika topik yang dinantikan telah tiba. Yaitu info keluarga. Yang menjadi ujung tombak adalah taler IV, anak cucu pasangan Sukarni-Kastanto Hendrowiharso. Dimulai dari anak terkecil, Basnendar. Dia antara lain menunjukkan buku yang ia tulis bersama koleganya Ranang As dan Asmoro NP. Berjudul Animasi Kartun Dari Analog Sampai Digital. Disusul Betty Hermisnawaningsih, karyawati CIMB Niaga Solo, yang tampil dengan topeng tokoh buronan KPK, Nunung Nurbaeti. Ia didampingi putranya, Yudhistira yang kelas 8B SMP Negeri 1 Wonogiri.

Keluarga Bastion Hersaptowiningsih-Muhammad Taufik diwakili dua putranya, Yuriko Novean Mahendra dan Yasika Valeri Ocktavian Mahendra. Yuko masih kuliah di ethnomusik di ISI yang ia plesetkan sebagai “institut semrawut indonesia.” Ucapan humoris dan rada “kurang ajar” itu langsung diacungi antem oleh omnya, Basnendar, yang dosen ISI. Sementara Yasika, duduk di kelas XI SMA Negeri 3 Wonogiri, berencana meluncurkan band beraliran metal.

Keluarga Bhakti “Nuning” Hendroyulianingsih-Nano Maryono menceritakan putra pertamanya, Yoga, kini berkarier sebagai pengajar di sebuah perguruan tinggi di Pontianak. Anak nomor 4, Mayor Haristanto-Nani, diwakili putrinya Ayu Permata Pekerti dan Lintang Rembulan, membawa kabar baik: sejak Lebaran telah menempati rumah baru di Nayu Solo. Sekaligus meluncurkan gagasan, reuni trah tahun depan diminta bisa dilangsungkan di tempatnya. Dengan tema, menurut usulan Nuning, adalah : koboi.

Anak ke-3, Bari Hendriatmo, menceritakan putranya Reza Ahimsa Hendriano, telah bekerja di Klaten, “nglanjo Yogya-Klaten pulang-pergi.” Ia lalu menjadi quiz master yang hadiahnya disponsori anak nomer ke-6 Broto Happywondomisnowo yang wartawan Tabloid BOLA dan Dr. Edia Rahayu, dosen UGM, dari Taler I, berupa pakaian batik dengan pewarna alami indigofera. Anak ke-2, Budi Haryono, tampil menirukan aksen turis asing dalam berbahasa Indonesia.

Bambang Haryanto (BH), anak pertama, mengajak para keponakan untuk tampil. Mutiara (SMP Negeri I Yogyakarta, putri kedua dari ibu cantik Endah Lestari yang guru SMA DeBritto Yogyakarta, dari taler I), Dinar (mahasiswi cantik, dari taler II), Heppi (Taler III, mahasiswa FE UMS Surakarta) dan Yasika (Taler IV).

Berempat bergantian membacakan isi teks ucapan terima kasih dalam buku karya BH, Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau (2010). Yaitu ucapan untuk kedua orang tua, adik-adiknya, dan juga kepada seluruh keluarga besar Trah Martowirono. Sebelumnya, BH juga menunjukkan surat kabar Solopos yang pada hari yang sama telah memuat artikelnya, berjudul “Ritus reuni di era digital.”

(Cerita akan berlanjut).


Wonogiri, 5/9/2011

Thursday, July 28, 2011

Bapak dan Ibu Kastanto Hendrowiharso : Kenangan 2011




Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com


Bulan suci itu menjelang datang lagi.
Selamat datang, Ya Ramadhan.

Sebagai tradisi yang baik, sebulan sebelum masa kewajiban untuk berpuasa sebulan penuh bagi umat muslim itu hadir, bangsa Indonesia, khususnya suku Jawa, mengenal ritus nyadranan..

Yaitu aktivitas mengunjungi makam leluhur, guna mendoakan para pendahulu yang telah wafat itu agar memperoleh hidayah ketentraman dan kesejahteraan abadi di sisiNya.

Keluarga besar Taler-4 Trah Martowirono, yaitu anak cucu keluarga Kastanto Hendrowiharso, selain melakukan kegiatan nyadran juga mengadakan acara tahlilan, yaitu helat pembacaan doa untuk arwah ayah dan ibu kami yang telah menghadap Sang Khalik.

Bapak Kastanto Hendrowiharso, yang dilahirkan di Desa Jambe, Mlopoharjo, Wuryantoro tanggal 21 Januari 1928, telah meninggal dunia di Wonogiri, 9 Desember 1982.

Ibu Sukarni Kastanto Hendrowiharso, lahir di Kedunggudel, Kenep, Sukoharjo pada tanggal 30 Maret 1933, wafat pada tanggal 20 November 1993 di Wonogiri.

Berdoa bersama anak panti. Walau sebagian tidak sempat hadir, dukungan putra-putri yang berdomisili di luar Wonogiri, berperan signifikan. Keluarga Mayor Haristanto (Solo, ia hadir bersama Ibu Nani), Broto Happywondomisnowo di Bogor, Bonny Hastutiyuniasih di Tasikmalaya, Bari Hendriatmojo di Jember sampai Basnendar HPS (Solo), sebagai contohnya.

Sebagai event organizer dilakoni oleh Bapak Nano Maryono, Ibu Nuning Bhakti Hendroyulianingsih (Ngadirojo) yang dibantu Ibu Bastion ‘Iwin’ Hersaptowiningsih dan Betty Hermisnawaningsih.

Ada kekhususan acara tahun ini. Kami mengundang 25 anak panti asuhan “Esti Tomo” dari Mojoroto, Wonogiri. Mereka hadir bersama pengasuhnya, Bapak Soemarno. Ditambah kehadiran 25-an warga tonggo teparo dari Kajen, Giripurwo, Wonogiri, membuat acara Yassinan dan tahlilan malam itu terasa semakin khidmat.

Acara yang khusuk itu hingga paripurna dipandu oleh Bapak Abdurrachman, anggota takmir Masjid Agung At-Takwa Kabupaten Wonogiri.

Subhaanallaahi wa bihamdhi,
subhaanallaahil ‘azhiimi

Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya.
Maha Suci Allah yang Maha Agung.

Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah mereka (kedua orang tua kami), selamatkan, dan maafkanlah kesalahan mereka.

Segala puji bagi Allah,
Tuhan Semesta Alam.


Wonogiri, 28/7/2011

Tuesday, July 26, 2011

Mengantar Bapak Soengadi Broto Atmodjo Ke Peristirahatan Abadi



Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com


Makam Kristen Astono Sono Praloyo, Bantar angin, Wonogiri.
Di tempat ini ada dua kerabat Trah Martowirono dimakamkan.

Pertama, Bapak Sriawan(1959-2008) telah meninggalkan kita semua pada hari Selasa Pon, 5 Februari 2009, Jam 04.00 di RSUD Wonogiri.

Beliau meninggalkan istri, Ibu Sri Utami dan Elisa Kristiyana (putri) dan Imanuel Dwiatmojo (putra). Tiga tahun lalu itu, antara lain nampak Bapak Wiranto, Ibu Endang dan keluarga, Bapak Santosa dan istri,ikut melayat.


Kedua, pada hari Selasa (26/7/2011), Bapak Soengadi Broto Atmodjo (foto) diistirahatkan pada komplek makam yang sama.

Hadir mengantar beliau ke peristirahatan abadi, selain Keluarga Besar Haswosumarto yang terdiri dari Bapak Wiranto, Ibu Endang, Baroto, juga hadir kontingen dari Yogya antara lain Bapak Sudoyo dan Ibu Dwi Hastuti.

Keraton Banguntapan hadir dengan anggota regu Bapak Untung Suripno, Ibu Erri dan Frederico.

Kontingen Kayen yang rawuh sejak kemarin malam adalah Bapak Kristyo, Ibu Yayuk yang dikawal Hanum dan Peter. Ibu Endah Sulastri, juga hadir. Dari Sukoharjo, Ibu Harti bersama Slagen Abu Gorda. Ibu Dyah dari Solo, tidak ketinggalan.

Kehadiran semua kerabat ini semoga dapat meneguhkan hati bagi Ibu Suyamsih dan keluarga yang ditinggalkan suami, ayah dan eyang kakung tercinta ini. Kontingen Kajen, Senin (25/7) malam sudah hadir di Selogiri. Bapak Nano, Ibu Nuning, Ibu Iwin, Ibu Betty dan saya sendiri. Mayor Haristanto dari Solo, hadir (26/7) pada upacara pelepasan jenazah di Selogiri.

"Bapak Soengadi Broto Atmodjo telah melakukan ziarahnya secara paripurna," demikian kata pengiburan dari Pendeta Nani Winarni di rumah duka, 25/7/2011, malam. Ziarah yang beliau maksud adalah perjalanan hidup manusia yang senantiasa mengingat dan merasa memperoleh bimbingan dari Tuhan dalam sepanjang umurnya.

Bapak Soengadi Broto Atmodjoyang beliau sebut sebagai pribadi yang sabar, kini telah kembali.Menemui Tuhannya.

Selamat jalan, Bapak Soengadi Broto Atmojo.
Untuk keluarga yang beliau tinggalkan, semoga Tuhan senantiasa melimpahkan tawakal, sabar dan ketegaran.Seluruh warga Trah Martowirono senantiasa mendoakan beliau dan keluarganya.



Wonogiri, 26-27/7/2011