Showing posts with label kuala lumpur. Show all posts
Showing posts with label kuala lumpur. Show all posts

Wednesday, May 12, 2010

Trah Martowirono, Menggurat Kenangan Di Malaysia




Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com



Polokarto 2002. “Senang dan bahagia rasanya memiliki keluarga besar yang suka humor,” demikian tulis Broto Happy Wondomisnowo dalam buklet Rekaman Cerita Pertemuan Trah XVI di Polokarto, Sabtu, 7 Desember 2002.

“Mungkin, karakter menyenangkan itu sudah diwariskan oleh mBah Dung. Apalagi, beliau juga senang bercerita. Kalau sudah cerita, sedikit bombastis memang, namun membuat kita senang mendengarnya. Lebih lagi, mBah Dung juga kocak.

Saya masih ingat, suatu ketika sowan ke Kedung Gudel. Seperti biasa, mBah Dung menasehati. Ringkas cerita isinya : ’Yen nyambut gawe ojo seneng keluyuran,’ tutur mBah Dung. Lalu saya matur : ’mBah, kulo niki dados wartawan. Nyambut damelipun dolan lan ngluyur mawon.’

Apa komentar mBah Dung berikutnya ?

’Ora opo-opo,’ sergahnya. Malah komentar berikutnya menyuruh sang cucu untuk melanglang buana lebih jauh lagi. ’Dolano sing luwih adoh. Ben duwite akeh,’ tambahnya sambil terkekeh.”

Kuala Lumpur 2010. Berkat doa restu mBah Dung dan seluruh warga Trah Martowirono, si empunya cerita di atas itu baru saja mengirim kabar dan foto kepada saya.

“Mas, ini saya kirimkan foto saja saat mejeng di depan Stadion Putra, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, tempat perhelatan Putaran Final Piala Thomas-Uber 2010 berlangsung.

Untuk foto mejeng lainnya, misalnya di Menara Kembar Petronas, belum ada waktu untuk jalan-jalan. Nanti saya usahakan kalau ada waktu longgar. Siang ini (12/5/2010-BH) Tim Thomas Indonesia jumpa India, ulangan pertandingan di penyisihan grup. Kala itu kita menang 4-1. Sedang tim Uber, Indonesia jumpa tuan rumah Malaysia.”

Terima kasih, Happy.
Dua foto tersebut dapat kita saksikan di bawah ini :

broto happy w,wartawan bola,piala thomas,piala uber,kuala lumpur,mei 2010,trah martowirono

broto happy w,wartawan bola,piala thomas,piala uber,kuala lumpur,mei 2010,trah martowirono

Umpama waktu dapat diputar balik, tentu saja mBah Dung Kakung dan Putri pasti akan merasa bangga bila melihat foto di atas. Bangga dan terharu, terutama karena doa untuk anak-anak dan cucu-cicitnya agar mampu membaktikan krida dan karyanya untuk masyarakat luas, telah benar-benar terkabul.

Dari Kuala Lumpur, juga dari kota-kota lainnya tempat warga Trah Martowirono berada untuk berkarya, tidak ada salahnya bila kita mampu menyisihkan momen khusuk tertentu untuk berdoa bagi kedua beliau, yang kini tenteram di sisi Yang Maha Pemurah dan Penyayang.

Ide menarik juga ditawarkan. Bahwa tradisi membawa-bawa banner Trah Martowirono saat berkeliling dunia, atau keliling kota seperti dalam foto di atas, diusahakan akan berlanjut untuk tur-tur jurnalistik Broto Happy yang akan datang. Apakah warga trah lainnya tidak tertarik untuk melakukan hal yang sama ?

Saya tunggu kabar dan cerita plus foto-foto Anda.
Sukses selalu.

Hidup, Trah Martowirono !
Cocet krusa Martowirono !
Trah Martowirono, boleh !


Wonogiri, 12 Mei 2010

Monday, May 10, 2010

Nostalgia Piala Thomas-Uber 10 Tahun Silam




Oleh : Broto Happy Wondomisnowo
Laporan langsung dari Kuala Lumpur

Waktu sepertinya bergulir sangat cepat. Detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan, dan bulan ke tahun berjalan begitu kencang, tanpa kita sadari.

Tidak terasa saya hadir kembali untuk meliput perebutan Piala Thomas-Uber di Stadion Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 9-16 Mei 2010.

Liputan bulutangkis Piala Thomas-Uber memang sangat beruntung bisa saya lakoni. Sejak 1994 kala itu perebutan berlangsung di Jakarta, saya sudah meliput. Begitu pula dua tahun berikutnya di Hong Kong, saya pun hadir. Ketika Putaran Final Piala Thomas-Uber berpindah negara pun, saya masih ikut hadir.

Tahun 2000, ajang Piala Thomas-Uber berlangsung di Stadion Putra, tempat yang jadi arena kali ini. Dua tahun kemudian, gantian Tianhe Sports Complex di Guangzhou, Cina, yang saya kunjungi.

Sejak 1994 hingga 2002, tim Thomas begitu perkasa. Indonesia bisa menyabet lambing supremasi bulutangkis beregu putra dunia ini secara berturut-turut. Artinya, sudah lima kali secara terus-menerus Piala Thomas dikuasai Indonesia. Tambahan lima kali juara itu, menggenapkan koleksi juara Piala Thomas Tim Merah-Putih menjadi 13 kali.

Sementara untuk Piala Uber, Indonesia baru tiga kali meraihnya. Yaitu tahun 1975 lewat sumbangsih Minarni Sudaryanto (alm). Pada tahun 1994 dan 1996, dengan dimotori Susy Susanti, Indonesia juga menyabet Piala Uber. Hebatnya lagi, pada tahun ini Indonesia juga merebut Piala Thomas, Jadi tahun 1994 dan 1996, Indonesia bisa mengawinkan Piala Thomas-Uber di Bumi Nusantara.

Namun, setelah sukses terakhir Indonesia di Guangzhou 2002, Piala Thomas itu mengembara ke negeri Cina. Lin Dan, Bao Chunlai, Cai Yun/Fu Haifeng, dkk., begitu dominan. Mereka menguasai Piala Thomas hingga kini.

Layak Dikenang. Kini sebuah nostalgia sepertinya menghampiri saya. Sepuluh tahun silam, Indonesia menjadi juara di Stadion Putra. Betapa manis dan indahnya kemenangan ini untuk dikenang kembali. Sebuah sukses besar yang rasanya ingin bisa dilang kembali.

Materi pemain kala itu, memang komplet. Tunggal dan ganda kita kekuatannya merata. Di tunggal ada Hendrawan, Hariyanto Arbi, Taufik Hidayat, dan Marlev Mainaky. Apalagi di sektor ganda, mau ditukar-tukar pasangan pun, ganda kita tetap kuat. Di sana ada Rexy Mainaky, Ricky Soebagdja, Candra Wijaya, Sigit Budiarto, Tony Gunawan, dan Athonius Budi Ariantho.

Di final pun, pasukan Merah-Putih seperti melenggang dengan mudah. Hnedrawan mengatasi Xia Xuanze, lalu ganda gado-gado, Rexy/Tony mengalahkan Zhang Jun/Zhang Wei. Kemenangan kita dipastikan oleh pemain muda, Taufik Hidayat yang menggusur Ji Xinpeng. Indonesia menang 3-0. Kita sukses besar!

Relung-relung di seluruh Stadion Putra pun bergemuruh. Ribuan TKI yang menjadi suporter, memerahkan seluruh isi stadion. Saya pun sekarang masih bisa merasakan bagaimana euforia kemenangan 10 tahun silam itu.

Semoga nostalgia kali ini bisa kembali terulang. Tahun 2000, Skuad Merah-Putih merebut Piala Thomas di Stadion Putra. Tahun ini, perhelatan akbar ini kembalidigelar di stadion yang sama. Bintang tahun 2000, Taufik Hidayat juga masih membela Indonesia. Napak tilas inilah yang semoga bisa diwujudkan kembali.

broto happy w,wartawan bola,piala thomas,piala uber,kuala lumpur,mei 2010,trah martowirono

broto happy w,wartawan bola,piala thomas,piala uber,kuala lumpur,mei 2010,trah martowirono


Momen membanggakan. Sabtu (8/5), saya bisa mengangkat dan mendekap kedua piala bergengsi itu. Piala Thomas yang membanggakan itu sudah saya angkat tinggi-tinggi. Demikain juga dengan Piala Uber. Saya sangat beruntung bisa berfoto dan merangkul kembali Piala Thomas-Uber, seperti yang saya lakukan dan menjadi obsesi pada pentas sebelum-sebelumnya.

Piala itu membanggakan sekali. Saya pun merasakan bahwa hanya sang juara yang berhak mengangkatnya. Saya pun terkenang ketika kecil dulu, melihat Rudy Hartono, Christian Hadinata, Hastomo Arbi, atau Liem Swie King demikain bangga mengangkat Piala Thomas ketika kembali ke Tanah Air.

Semoga tanggal 16 Mei nanti, kita bisa kembali ke final dan menantang Cina. Semangat juang, kebanggaan, dan cerita sukSes 2000 paling tidak akan menambah spirit pemain untuk habis-habisan di tengah lapangan. Indonesia memang layak mengulang nostalgia. Indonesia layak juara!

Selamat berjuang. Mari Bung Rebut Kembali!